Sejarah SMK YAPPI Gunungkidul

July 28, 2008

Sejarah SMK YAPPI Gunungkidul

SMK YAPPI Gunungkidul merupakan salah satu smk yang berlandaskan pada ajaran islam yang sesuai dengan ajaran ahlussunnah waljama’ah dibawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdhatul Ulama Provinsi DI Yogyakarta. Saat ini SMK YAPPI Gunungkidul telah dikenal dimasyarakat luas sebagai sekolah yang islami (madrasatul islamiyah).

SMK YAPPI Gunungkidul didirikan pada tahun 1982 berdasarkan SK Kakanwil DEPDIKBUD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, No.NDS : D4204030003, NSS : 324040301003. Kegiatan belajar mengajar SMK YAPPI Gunungkidul semula bertempat di komplek SMU Pembangunan Gunungkidul sampai dengan tahun 1992. Mulai tahun 1992 SMK YAPPI Gunungkidul telah memiliki gedung sendiri dengan alamat Bansari, Kepek, Wonosari, Gunungkidul. Berdasasrkan SK Akreditasi Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah No : 35/C.C7/Kep/MN/1998.

Tanggal 10 Maret 1998 status SMK YAPPI Gunungkidul berubah dari DIAKUI menjadi DISAMAKAN. Dari tahun 1982 sampai dengan 1998 mempunyai Jurusan Listrik dengan jumlah kelas 18 (6 paralel). Tahun 1999/2000 membuka jurusan baru yaitu Mekanik Otomotif dengan mengurangi 2 kelas listrik, sehingga Jurusan Listrik mempunyai 4 kelas dan Mekanik Otomotif 2 kelas. Tahun pelajaran baru 2003/2004 SMK YAPPI Gunungkidul menambah 2 kelas Jurusan Mekanik Otomotif sehingga menjadi 4 kelas.

Dalam perkembangan berikutnya, yaitu tahun 2001 dibuka jurusan Teknik Informatika dengan memecah 1 kelas Listrik. Pada tahun 1999 SMK YAPPI Gunungkidul menjadi sekolah model swasta di kabupaten Gunungkidul dan mendapatkan bantuan ruang bengkel dan alat-alat untuk jurusan listrik dari Pemerintah Austria senilai Rp 1.500.000.000 (1,5 M).

SMK YAPPI Gunungkidul memiliki tujuan menghasilkan tenaga kerja yang profesional dibidangnya, bertaqwa dan mampu bersaing ditingkat nasional, sehingga diharapkan para lulusan memiliki ketrampilan dan kemampuan intelektual yang tinggi, sehingga mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi sekarang ini.

Untuk mendukung tercapainya tujuan tersebut, telah dibuka 3 (tiga)program keahlian yaitu :

1. Teknik Instalasi Listrik (Terakreditasi B)
2. Teknik Mekanik Otomotif (Terakreditas B)
3. Teknik Informatika (Terakreditasi A / SSN)

Jumlah siswa : 689 Siswa
Jumlah Guru : 163 orang

Biodata

July 28, 2008

Nama :Marsono
Alamat :Bansari Rt07/04 Wonosari,Gunungkidul,Yogyakarta 55813,Telp08175462325
Status :menikah ,1 anak aliefian toufik zahra dewantara
Pendidikan :s1 ekonomi,menejemen personalia
Pengalaman mwngajar :1999-2008 smk ma’arif wonosari,2005-2008 smk yappi gk
Hobby :sport bulu tangkis

mengurus IMB (Ijin Mendirikan Bangunan)

July 28, 2008

10 12 2007

Sebelum memulai mendirikan bangunan, rumah sebaiknya memiliki kepastian hukum atas kelayakan, kenyamanan, keamanan sesuai dengan fungsinya. Ternyata, IMB tidak hanya diperlukan untuk mendirikan bangunan baru saja, tetapi juga dibutuhkan untuk membongkar, merenovasi, menambah, mengubah, atau memperbaiki yang mengubah bentuk atau struktur bangunan. Tujuan diperlukannya IMB adalah untuk menjaga ketertiban, keselarasan, kenyamanan, dan keamanan dari bangunan itu sendiri terhadap penghuninya maupun lingkunan sekitarnya. Selain itu IMB juga diperlukan dalam pengajuan kredit bank. IMB sendiri dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat (kelurahan hingga kabupaten). Dalam pengurusan IMB diperlukan pengetahuan akan peraturan-peraturannya sehingga dalam mengajukan IMB, informasi mengenai peraturan tersebut sudah didapatkan sebelum pembuatan gambar kerja arsitektur.
Persiapan pengurusan IMB
Untuk mengajukan IMB diperlukan dokumen-dokumen sebagai prasyarat kelengkapannya yang nantinya diperiksa kesesuaiannya oleh petugas yang bersangkutan. Adapun dokumen-dokumen tersebut antara lain :
• Formulir permohonan IMB, yang bisa diminta di instansi tersebut. Isi dari surat permohonan tersebut kira-kira seperti ini :
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama: ____________________
Alamat: ____________________
____________________
No KTP: ____________________
Sebagai pemilik rumah yang dimaksud, bersama ini memohon penerbitan
Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk rumah tinggal pada alamat di atas.
Demikian surat permohonan ini kami buat untuk dipergunakan sebagaiman
mestinya.
Tertanda,
(nama anda)
• Fotokopi KTP pemilik dan/atau pengurus
• Surat kuasa, bila yang mengurus adalah kontraktor pelaksana
• Fotokopi bukti pelunasan PBB terakhir
• Fotokopi bukti kepemilikan tanah yang sah
• Gambar arsitektur berikut gambar situasi. Jika rumah anda tidak memiliki gambar arsitektur, dapatkan denah rumah dari kontraktor anda. Jika tidak memungkinkan, Dinas Tata Kota dan Bangunan juga memberikan jasa untuk pembuatan denah rumah.
Proses pengurusan IMB
skema tahapan pengurusan IMB :

Secara prinsip, bila dokumen lengkap, 5-7 hari kemudian akan diterbitkan IP. Dengan IP kita sudh bisa mulai membangun sambil menunggu IMB yang keluar 20-30 hari kemudian. Selama pembangunan, petugas daerah akan melakukan control berkala dan evaluasi di lapangan. IMB memiliki masa berlaku 1 tahun. Apabila dalam 1 tahun pembanguna belum selesai, maka harus mengajukan permohonan perpanjangan IMB. Bila tahun berikutnya masih belum selesai, maka harus mengajukan permohonan pembuatan IMB baru.
Setelah bangunan selesai, masih ada surat yang diperlukan yaitu IPB (Ijin Penggunaan Bangunan). IPB memiliki masa berlaku 10 tahun untuk rumah tinggal dan 5 tahun untuk bangunan non hunian. Bila masa IPB habis, maka pemilik harus mengajukan PKMB (Permohonan Kelayakan Menggunakan Bangunan). Dalam proses tersebut petugas akan memriksa kelayakan bangunan tersebut, terutama dari segi struktur dan konstruksinya.
Semoga penjelasan tadi bisa membantu sebelum kita melakukan tahapan pembangunan. Dengan mengurus IMB secara benar dan jujur, akan memberikan kenyamanan, keamanan, dan keselarasan dari bangunan yang akan kita bangun dengan lingkungan sekitar. Jadi, jangan sepelekan perijinan IMB, ya…
untuk lebih kengkapnya, bisa klik di sini
sumber : serial rumah “Pengembangan Rumah Mungil”, dll

« design of cobra tower, kuwait KATEDRAL KOHL SEBAGAI WUJUD TEORI ADOLF HILDEBRAND »

Actions
• Comments rss
• Trackback
Information
• Date : 10 December 2007

• Categories : all about architecture, tips seputar rumah
5 responses to “mengurus IMB (Ijin Mendirikan Bangunan)”
6 02 2008
presty larasati (05:16:27) :
mencoba menanggapi pertanyaan tingtong di comment about me tentang perlunya IPB..
makasih mz/mb tingtong atas pertanyaannya.. hhmm lets read the article carefully.. ^_^
“Setelah bangunan selesai, masih ada surat yang diperlukan yaitu IPB (Ijin Penggunaan Bangunan). IPB memiliki masa berlaku 10 tahun untuk rumah tinggal dan 5 tahun untuk bangunan non hunian.”
berarti, seharusnya IPB diperlukan untuk semua jenis bangunan..
18 02 2008
Afri (02:50:20) :
Mba Presty, saya mau tanya, gimana caranya mengurus imb pembangunan tower /menara saluran telekomunikasi/ BTS
tolong balas secepatnya ya Mba, sebelum dan sesudahnya saya mengucapkan terima kasih
thank’s

H. Endang; Pengusaha Kue Kering Tahan Banting

July 28, 2008

H. Endang; Pengusaha Kue Kering Tahan Banting

Sudah 18 tahun H. Endang menggeluti usaha kue kering dengan jatuh bangun. Dengan pengalamannya selama itu, dia tak gentar menghadapi persaingan yang terasa kian keras.
Awalnya, H. Endang termasuk pedagang serabutan. Dia jualan apa saja, yang dianggapnya menguntungkan. Sekali waktu jualan ikan, lain waktu ganti kerupuk, dan sebagainya. Cara berdagang seperti itu, boleh jadi menguntungkan. Tapi, sifatnya tidak pasti. Bahkan hampir mustahil dikembangkan.

Suatu ketika, sang isteri iseng membuat kue nastar dan membawanya ke pasar. “Sedikit, cuma menghabiskan setengah kilo tepung terigu,” kenang Endang. Tapi, ternyata, nastar itu langsung habis terjual. Hari berikutnya, habis lagi, walaupun jumlahnya ditambah.

Lantas, otak bisnis Endang pun berputar, dan memutuskan untuk berkonsentrasi menggarap usaha kue kering, yang dimulai dengan nastar itu. “Saya begitu yakin, usaha ini menjanjikan,” tandasnya, “Karena itu, kami bertekad menggarapnya dengan serius. Tidak akan ada lagi istilah gonta-ganti dagangan.”

Menggunakan sepeda motor, Endang pun bergerak menawarkan kue yang dibuat bersama istrinya, ke toko-toko. Tidak seperti ketika menjual dalam jumlah sedikit yang selalu langsung habis, kali ini Endang harus bekerja keras agar kuenya diterima oleh toko dan agen.

Lima tahun lamanya, Endang berjibaku memasarkan kuenya, dengan hasil yang masih jauh dari harapan. Titik terang mulai terlihat, ketika dia menembus agen besar yang mempunyai jaringan pemasaran luas, hingga ke berbagai supermarket di Depok, Jawa barat, seperti Ramayana, Goro, Hero serta Gelael. Bahkan, juga melalui agen, kue kering Endang yang diberi merek “Selera” itu, sampai ke daerah Bekasi, Tangerang dan Bogor.

Dari hasil penjualan, H. Endang menyisihkan untuk menambah aset perusahaan. Rumah di Depok yang dulunya kontrak, kini milik sendiri dan cukup luas untuk produksi. Peralatan ditambah. Sebuah kendaraan roda empat, dibeli untuk memperlancar kegiatan operasional.

Dalam soal keuangan, Endang berpinsip, “Kalau semua bahan baku sudah terbeli, di tangan masih ada uang, barulah saya belanjakan untuk menambah aset. Dengan demikian saya selalu terbebas dari utang,” papar lelaki asal Garut, Jawa Barat ini.

Sedangkan untuk menjaga mutu kuenya, dia sangat menghindari bahan pengawet. “Saya juga melakukan kontrol langsung ke toko dan supermarket tempat kue dijajakan,” ujarnya. Meskipun kuenya kuat sampai dua bulan, jika seminggu ada yang belum laku, Endang langsung menariknya. Dengan kontrol ketat itu, Endang bisa memastikan bahwa produk yang dijual ke konsumen, masih dalam keadaan baik. Untunglah, jumlah produk yang ditarik, rata-rata hanya sekitar 10 persen.

Setiap menjelang lebaran, merupakan masa panen besar bagi Endang. Sehari, produksinya bisa menghabiskan 100 sak tepung terigu. Harga jual lima jenis kue keringnya Rp 3.750 per bungkus, atau Rp 11 ribu per stoples.

Ketika badai krismon datang, usaha Endang terguncang. Produksinya merosot tajam, hingga pernah hanya menghabiskan satu sak tepung terigu sehari. Terlebih, belakangan ini, muncul kecenderungan supermarket membuat kue sendiri, dan hanya sedikit saja menerima kue dari luar.

Sebagai langkah alternatif, sekarang ini H. Endang banyak mengarahkan pemasarannya ke daerah lain, terutama di pinggiran Jakarta. “Di sana, kue kami kembali menemukan pasar yang baik,” ujar Endang, lega, “Sekarang, seluruh pemasaran, saya konsentrasikan ke daerah pinggiran itu.”

Kalau dihitung-hitung, 18 tahun sudah Endang menggeluti usaha kue kering. Selama itu pula, dia bergulat dengan berbagai tantangan. Pantas saja, kalau dia menjadi tahan banting. Ret

KUNCI SUKSES:

• Memutuskan total menggarap kue kering, ketika melihat prospeknya yang bagus.
• Ulet dalam melakukan pemasaran.
• Menjaga kualitas, dengan melakukan kontrol langsung secara ketat.
• Segera mencari pasar baru, ketika pasar lama mulai tertutup.

KONTAK H. ENDANG:
Jl. Setu Baru RT 04/01 No.25
Sidomukti, Sukmajaya, Depok 16415
Telp: (021) 7717436

Sumber: Wacana Mitra Boga Sari
Related Entries:
ARDIYANTO PRANATA
H. Suganda; Sukses Mengeruk Untung Kerupuk
Hilman Budiyadi, general manager dan pendiri PT Primatama Quantumjaya
Reza Malik; Obsesi Usaha Roti Sang Santri
Wayan Sandiada, S.E Di Antara Bank dan Ekonomi Kerakyatan

about me

July 25, 2008

maaf belum terisi

ORGANISASI USAHA

July 25, 2008

ORGANISASI USAHA

1. Pengertian
Organisasi usaha adalah suatu bentuk kerjasama antara sekelompok orang yang mempunyai tujuan sama dan bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama.
2. Tujuan dan Sasaran Usaha
a. Tujuannya adalah menyatukan pendapat dan langkah kerja dalam bekerja agar efektif dan efisien dalam mencapai sasaran usaha.
b. Sasaran usaha ialah mendapatkan keuntungan/laba baik sendiri maupun bersama-sama.
3. Menetapkan Bentuk Badan Usaha
a. Pengertian Badan Usaha
Adalah suatu bentuk organisasi usaha yang bekerja untuk mendapatkan keuntungan.
b. Bentuk-bentuk Badan Usaha
1. Perusahaan Perseorangan adalah bentuk usaha yang masih sederhana dengan modal terbatas serta dilakukan secara sendiri/perseorangan.
2. Perseroan Terbatas ialah perseroan yang memperoleh modalnya dengan menjual/mengeluarkan saham (sero) dimana setiap orang dapat memiliki satu atau lebih serta bertanggungjawab sebesar modal yang diserahkan.
3. Persekutuan Comanditier (cv) adalah perkumpulan beberapa orang yang mengikatkan diri untuk menyerahkan modal ke dalam perusahaan yang dijalankan oleh satu atau beberapa orang anggota dengan nama bersama dan mereka adalah merupakan pemiliknya.
4. Persekutuan Firma adalah persekutuan yang didirikan oleh beberapa orang dikelola dan dimiliki secara bersama-sama.
5. Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi yang melandaskan kegiatannya berdasarkan atas azaz kekeluargaan.

Modal koperasi berasal dari:
1. Simpanan pokok adalah simpanan yang dibayarkan sekali selama menjadi anggota koperasi dan besarnya sama berdasarkan musyawarah bersama.
2. Simpanan wajib simpanan yang dibayarkan secara kontinyu/setiap bulan yang besarnya adalah sama
3. Simpanan suka rela ialah simpanan para anggota yang jumlahnya tergantung pada anggota .
No Badan Usaha Kebaikan Keburukan
1 PT Kelangsungan hidup lebih terjamin biaya pendirian lebih mahal
Tanggungjawab terbatas Kurang komunikasi antara pemegang saham
Pengelolaan usaha lebih efisien Organisasi dan manajemennya lebih komplek sehingga operasional mahal
Ketersediaan modal lebih besar
Saham dapat diperjual belikanbiaya pendirian lebih mahal
Kurang komunikasiantara pemegang saham
2 CV Pendirian mudah Sukar menarik kembali investasinya
Modal yang dikumpulkan lebih banyak Tanggungjawab tak terbatas kelangsungan hidup perusahaan
Manajemen perusahaan dapat diferifikasi Harus membayar bunga modal ke sekutu
Kesempatan berkembang lebih besar
Kemampuan memperoleh kredit lebih besar
3 firma Prosedur pendirian mudah Hutang perusahaan ditanggung oleh kekayaan pribadi
Sadar terhadap pembagian kerja Akibat tindakan seseorang anggota firma akan menyerahkan terlibatnya anggota lain
Kebutuhan modal mudah dipenuhi Kemungkinan timbul perselisihan antara pendiri
Resiko kerugian dibagi beberapa anggota Kesatuan pendapat sulit dicapai

Koperasi dapat dibedakan menjadi:
1. koperasi produksi ialah koperasi yang menampung hasil produksi para anggotanya, dengan catatan akan menjual dan memberikan keuntungan pada produsen (para anggota koperasi.
2. koperasi konsumsi ialah koperasi yang menyediakan keperluan sehari-hari bagi para anggota, dimana anggota dapat membeli barang-barang di keperasi.
3. koperasi kredit ialah koperasi yang memberikan pinjaman kepada para anggotanya dimana dana yang dipinjamkan dapat berasal dari simpanan anggota.
JOB DISCRIPTION (URAIAN TUGAS)
Ialah suatu aturan yang dibuat dan bertujuan untuk memperjelas dan memperlancar dalam melaksanakan kegiatan/aktivitas kerja, agar tidak terjadi benturan, kesimpangsiuran dan ketidakaturan kerja.
Contoh job description:
1. Tugas Manager Produksi:
a. Membuat rencana produk yang akan dibuat
b. Membagi tugas menurut pekerjaan masing-masing
c. Mengawasi pekerjaan para pekerja di bawahnya
d. Mengumpulkan hasil pekerjaan
e. Memisahkan hasil pekerjaan yang dipakai dan yang tidak dipakai
f. Mengepak/mengemas barang yang siap dipasarkan
2. Tugas manager pemasaran:
a. Melihat tempat yang sesuai dengan selera pasar
b. Menginventarisasi tempat yang sesuai dengan selera pasar
c. Menetapkan salesman yang tepat untuk pemasaran
d. Menetapkan harga produk yang tepat
e. Menetapkan cara/metode pemasaran yang tepat
f. Memperluas jangkauan promosi serta memenangkan persaingan.

3. Tugas manager keuangan:
a. Membagi tugas kepada bawahannya
b. Menertibkan administrasi keuangan
c. Mengatur keluar masuknya keuangan
d. Memberikan uang keluar menurut skala prioritas
e. Bersama dengan direktur menetapkan gaji
f. Setiap kegiatan keuangan harus selalu berorientasi laba
g. Menggaji karyawan/pimpinan setiap awal bulan
4. Tugas direktur perusahaan:
a. Bertanggungjawab terhadap segala sesuatu baik tentang keberhasilan maupun resiko perusahaan
b. Berupaya agar perusahaan terus berkembang maju dan selalu menang dalam persaingan.

Hello world!

July 25, 2008

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!